Selasa, 23 Juni 2015

KEMAJUAN SUATU DAERAH DITENTUKAN OLEH PEMIMPIN PEMERINTAHAN


Rabu 24 juni 2015
 
KEMAJUAN SUATU DAERAH DITENTUKAN OLEH PEMIMPIN PEMERINTAHAN 


Oleh: Dede Samsudin
  Berbagai teori dan pengalaman menunjukkan  bahwa mengubah lingkungan alam dan taraf hidup masyarakat dalam suatu daerah sangat ditentukan oleh pemimpin pemerintahan sebagai pengendali penyelenggaraan pemerintahan.Karena ditangannya ada kekuasaan dan kewenangan yang diberikan negara untuk mengatur , menata manusia dan alam yang ada di dalam ruang lingkup wilayahnya. Sejalan dengan kewenangan tersebut maka diikuti dengan pengelolaan keuangan negara  yang diberikan kepada daerah yang menjadi tanggung jawabnya agar dikelola dan dimanfaatkansebesar-besarnya untuk mendatangkan kebaikan kepada masyarakat.Atas dasar kewenangan tersebut  maka untuk mewujudkannya kata pelayanan masyarakat menjadi penting.
Pelayanan masyarakat adalah tugas pemerintah yang paling pokok dan kerjakeras adalah sikap yang paling diharapkan dari setiap pemimpin pemerintahan yaitu bupati,walikota untuk melaksanakannya. Penjabaran atas dua prinsip itu hendaknya menjadi pedoman bagi setiap pemimpin pemerintahan dan aparatur pemerintah.

Pengertian pemerintah itu adalah pengaturan hubungan-hubungan sosial untuk mencapai harmoni dalam masyarakat. Ia bermakna pelayanan masyarakat dan penindakan terhadap mereka yang melanggar aturan atau hukum yang telah ditetapkan bersama.
 Yang dimaksud dengan pelayanan masyarakat yaitu pelayanan yang diberikan oleh pemerintah untuk menjawab kesulitan dan kebutuhan masyarakat terutama hal-hal yang pokok atau yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu: kesehatan,pendidikan, insfrastruktur dan ekonomi masyarakat. Contoh pelayanan kesehatanmasyarakat: bila ada yang sakit perlu dirawat dan diobati sehingga pulih dan sembuh, ini yang di sebut pelayanan kesehatan. Supaya orang sehat apa yang harus dibuat? Harus disiapkan dan dididik orang menjadi tenaga terampil atau siap pakai yang mempunyai pengetahuan kesehatan. Untuk merawat orang sakit perlu dibantu dengan obat dan peralatan dan dilaksakan dalam satu bangunan, yang disebut Pusat Kesehatan Masayarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS). Agar tenaga medis itu betah dan bekerja dengan tenang membutuhkan tempat tinggal dan fasilitas pendukung: perabot,fasilitas komunikasi, dan kendaraan sehingga dapat memperlancar tugas. Kebutuhantersebut perlu disiapkan oleh pemerintah sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat terlayani dengan baik.
Pelayanan pendidikan: supaya warga penduduk yang ada di suatu wilayah minimal harus tahu membaca , menulis dan berhitung. Agar ada pengetahuan tentang membaca, menulis dan berhitung serta pengetahuan lainnya dapat terwujud maka perlu ada tenaga pendidik yang mempunyai kualifikasi pendidikan tertentusesuai bidang studi masing-masing, mata pelajaran, kurikulum, tempat mengajar/bangunan dan rumah guru yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Kebutuhan tersebut disiapkan oleh pemerintah sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Pembangunan infrastruktur yaitu jalan, jembatan, dermaga, lapangan terbang serta energy listrik. Secara bertahab disiapkan atau dibangun oleh pemerintah dan untuk energy listrik, karena kebutuhan dunia terhadap BBM terbatas, maka secara bertahap dialihkan kepada sumber energi terbarukan antara lain berupa: angin, air, panas bumi, sinar matahari dan gelombang laut. Pemerintah secara bertahap mengupayakan kebutuhan infrasruktur untuk mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat dan pelayanan pemerintahan.
Tugas pemerintah selain memberikan pelayanan kepada masyarakat juga melakukan penindakan hukum kepada mereka yang melanggar atau tidak taat pada peraturan perundang-undangan. Contohnya seseorang ketika membangun rumah harus memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebelum pelaksanaannya, bila tidak maka harus dibongkar, sejak mulai dibangun sehingga resiko kerugian kecil. IMB tidak diberikan bila jarak antara rumah yang dibangun dengan jalan raya sangat dekat karena bisa mengganggu lalu lintas, rumah yang dibangun di pinggir sungai dapat membahayakan ketikabanjir, atau rumah yang dibangun di lereng gunung akan dihadapkan pada bahaya longsor.
Di dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pemimpin pemerintah tidak dapat melibatkan segala bentuk kepentingan pribadi atau kelompok dengan mengorbankan kepentingan umum, kasar ataupun halus betapapun hal itu dimungkinkan oleh kelemahan sistem organisasi maupun karena adanya peluang-peluang yang terbuka sebagai konsekuensi besarnya wewenang yang dimiliki. Dengan kata lain mentalitas pengabdian pada hakekatnya merupakan pendorong bagi setiap pemimpin untuk bekerja lebih keras dan memberikan yang terbaik dalam mengemban kepentingan umum.
Selanjutnya pengabdian itu sendiri menunggu kita untuk menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat atau sebagai warga masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari pengabdian adalah keteladanan maka diharapkan pemimpin pemerintah harus dekat dengan masyarakat, peka dan tanggap akan keluhan-keluhan mereka, beban-beban yang dipikulkan dan yang tidak terpikulkan oleh mereka, memahami harapan-harapan dan mimpi-mimpi mereka serta tahu cara-cara yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah mereka. Pemimpin pemerintahan diharapkan menjadi teladan bagi yang dipimpinnya yaitu pegawai negeri sipil dan masyarakat yang ada di wilayah kepemimpinannya. Teladan berarti menjadi panutan dan cermin bagi yang dipimpinnya melalui tutur kata, tindakan atau perbuatan. Tutur kata dan perbuatan harus sama, artinya apa yang kita ucapkan harus kita nyatakan atau realisasikan dalam perikehidupannya.
Dalam bahasa sehari-hari “tidak boleh ada dusta diantara kita”, yaitu pemimpin dengan rakyat yang dipimpinnya. Kenapa demikian? Karena rakyatlah yang telah memilih dia dalam proses pemilihan kepala daerah. Itu berarti rakyat telah mempercayakan, memberikan sebagian hak kedaulatannya ke tangan pemimpin untuk membawa perubahan hidup kepada rakyat. Perubahan yang dimaksud adalah “mulai dari yang dulu tidak adamenjadiada, yang dulu menjadi mimpi sekarang menjadi kenyataan, yang lemah dapat dikuatkan, dan yang tidak dengar-dengaran dan yang rusak dapat dibetulkan dengan penuh kasih sayang”. Ini yang menjadi tanggungjawab pemimpin. Pemimpin yang bekerja baik selalu berada di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka dan melihat permasalahan mereka dan akan cepat menjawab kebutuhan rakyat.